FAKTOR-FAKTOR RISIKO PENYAKIT KARDIOVASKULAR: ARTIKEL REVIEW
Main Article Content
Abstract
Penyakit kardiovaskular merupakan salah satu penyebab utama kematian di Indonesia dan memberikan beban besar terhadap sistem kesehatan nasional. Untuk itu, identifikasi terhadap berbagai faktor risiko sangat penting dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit ini. Artikel ini bertujuan untuk megidentifikasi terkait faktor-faktor risiko penyakit kardiovaskular. Tinjauan dilakukan terhadap delapan artikel nasional yang diterbitkan antara tahun 2018 hingga 2025 dan membahas berbagai aspek yang berkaitan dengan perilaku, kondisi klinis, serta faktor sosial dan demografis. Hasil telaah menunjukkan bahwa faktor risiko yang paling umum meliputi kebiasaan merokok, pola makan yang tidak sehat, kurang aktivitas fisik, konsumsi alkohol, serta kondisi klinis seperti hipertensi, diabetes melitus, dan dislipidemia. Selain itu, usia lanjut, obesitas, tingkat pendidikan dan pendapatan yang rendah, serta riwayat keluarga dengan penyakit jantung juga menjadi faktor yang berkontribusi. Beberapa faktor risiko bersifat dapat dimodifikasi, sehingga intervensi melalui penyuluhan kesehatan, perubahan gaya hidup, dan penatalaksanaan farmakologis yang tepat sangat diperlukan untuk menekan angka kejadian dan dampak jangka panjang penyakit kardiovaskular.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan naskah melalui jurnal ini menyetujui persyaratan berikut :
- Penulis memegang hak cipta dan memberikan pengelola Jurnal Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan hak utama publikasi dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan dibawah Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepenulisan karya dan publikasi awal yang dipublikasikan di jurnal ini.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan publikasi awalnya di Jurnal Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta kutipan lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan