EDUKASI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) SEKTOR PERTANIAN: UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT AKIBAT KERJA PADA PETANI DI DESA CIMAUNG
Abstract
Sektor pertanian merupakan salah satu sektor kerja dengan risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang tinggi, terutama pada pekerja informal yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan kerja, pelatihan K3, dan alat pelindung diri (APD). Rendahnya pengetahuan mengenai bahaya kerja dapat meningkatkan risiko penyakit akibat kerja (PAK) dan kecelakaan kerja pada petani. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani mengenai identifikasi bahaya kerja, penggunaan APD, serta penerapan prinsip ergonomi sebagai upaya pencegahan PAK dan kecelakaan kerja. Kegiatan ini dilaksanakan di Madrasah Almubarokah, Desa Cimaung, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, menggunakan pendekatan edukasi berbasis komunitas melalui ceramah interaktif, diskusi partisipatif, demonstrasi penggunaan APD, edukasi ergonomi, serta evaluasi pre-test dan post-test. Materi yang diberikan mencakup bahaya fisik, kimia, biologis, dan ergonomi di sektor pertanian, pencegahan pajanan pestisida, pencegahan penyakit akibat panas, serta teknik kerja yang aman. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pada seluruh indikator yang diukur. Pemahaman peserta mengenai identifikasi bahaya kerja meningkat dari 35% menjadi 85%, pengetahuan tentang fungsi dan pentingnya APD meningkat dari 40% menjadi 90%, sedangkan pemahaman mengenai prinsip ergonomi dan body mechanics meningkat dari 25% menjadi 75%. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan kesadaran terhadap pentingnya perilaku kerja aman dan pencegahan risiko kesehatan di lingkungan pertanian. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi K3 berbasis komunitas merupakan strategi yang efektif untuk meningkatkan literasi K3 pada petani sektor informal. Penguatan program kesehatan kerja melalui pembinaan berkelanjutan, dukungan kelompok tani, dan pengembangan Pos Upaya Kesehatan Kerja (Pos UKK) diperlukan untuk mendorong perubahan perilaku kerja yang lebih aman dan berkelanjutan